Kamis, 31 Oktober 2013

Waduh 4 hari ini senin 28 Oktober sampai dengan kamis 31 Oktober 2013 kelas-kelas di Beberapa sekolah di Jember banyak yang kosong tidak ada gurunya karena ikut diklat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan secara berbarengan. Masing-masing sekolah rata-rata 4 orang peserta, mereka adalah guru Matematika, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Akuntansi, Pemasaran, yang tergabung dalam MGMP ya ada yang memberi tugas ada juga yang tidak memberi tugas. Hal tersebut tidak akan terjadi bila pembuatan jadwal oleh Dinas pendidikan tidak bersamaan seperti itu. Entah apa alasannya yang jelas sudah berjalan. Kepala sekolah harus mengerahkan Guru piket, guru yang tersisa disekolah, Mahasiswa PPL, Kepala sekolah sendiri, semua mengisi kelas-kelas yang kosong semaksimal mungkin.
Salut pada Agung kelas XII Broadcast SMKN 4 setelah melaksanakan Prakerin di Jember 1 TV tahun lalu, langsung direkrut menjadi karyawan disana paruh waktu. Setelah pulang sekolah dia bekerja bagian shooting film untuk Program acara, Gajinya untuk bayar SPP dan sebagian ditabung untuk kuliah kalau sudah lulus SMK nya. Ingat harus tetap belajar agar bisa lulus dengan nilai bagus ya nak.

Jumat, 02 Agustus 2013

DI JEMBER, Perguruan Tinggi Negeri tertentu, di SD Negeri paforit tertentu, di TK paforit tertentu, menarik biaya sekolah diawal tahun pembelajaran berapapun besarnya dan harus kontan dalam jangka waktu naksimal 2-3 hari, itu sudah biasa, tidak ada yang ribut.
Beda sekali dengan di setingkat SMP dan terutama SMA/SMK menarik biaya sekolah itu susah sekali dan selalu saja ribut. Orang tua, kelompok masyarakat tertentu, media massa, anggota DPR, Pejabat terkait, semua mengerubut sekolah, bila misalnya ada satu dua kasus siwa atau orang tua dipublikasikan dengan judul seakan akan menghebohkan. heboh dah jadinya. Memang sih ada sekolah yang sedikit lebih tinggi penetapan biaya, tetapi biasanya memang ada program sekolah yang beda atau lebih baik dari sekolah lain.
Ketika orang tua datang kesekolah selalu alasan tidak mampu, anaknya juga sekolah di SD tertentu, di SMP tertentu atau masuk Perguruan tinggi tertentu, sekolah juga memberi toleransi padahal lembaga apapun untuk bisa menjalankan tugasnya pasti memerlukan hal yang sama paling tidak Man, Money, Matrial.
Masuk Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur mandiri harus siap-siap duit lebih banyak, sebab SPPnya dua atau tiga kali lipat dari SPP mahasiswa yang masuk lewat jalu reguler. Karena itu yang sekarang kelas XII mulai dari awal tahun ajaran baru begini (1) siapkan diri dengan berbagai prestasi kejuaraan juara satu, Ketua OSIS, Prestasi akademis di kelasnya raportnya konsisten grafiknya menaik, biar dapat masuk lewat jalur bidik misi,ini kuliahnya gratis sampai lulus (2) ikutlah bimbel di lembaga bimbel yang profesional dan muridnya tidak terlalu banyak dan pastikan anda bisa mengikuti pelajaran dengan baik sehingga rapotnya konsisten baik, ikut tes ujian masuk lewat jalur reguler, bila diterima SPPnya relatif murah (3) Belajar bersungguh ikut tes lewat jalur mandiri, kalau diterima SPPnya 2-3 lipat dari jalur reguler tidak ada tawar menawar dan harus tunai, besarannya tergantung Fakultasnya dan Program Studinya ada yang 4 juta - 15 juta bahkan ada yang lebih dari itu, bagi yang profesinya petani bisa nego bagi yang PNS harga mati. Contoh Fakultas Sastra jurusan PSTF untuk PNS dipatok 5 juta rupiah per semester. ILMU ITU MEMANG MAHAL DAN HARGANYA SEMAKIN NAIK SETIAP TAHUNNYA, SAYANG PENGHASILAN ORANG TUA TIDAK SELALU NAIK. Tinggal pilih mau kuliah apa tidak, kalau tidak cari kerja saja.
Seamolec Indonesia punya program kerjasama antara sekolah Indonesia dengan sekolah di Asia atau Asean dibidang kurikulum. Kegiatan awal sosialisasi di ITS 26-7-2013, selanjutnya nanti akan mengirim satu guru expert ke Luar Negeri dibiayai Seamolec plus satu siswa yang bisa IT dan Bahasa Inggris selama satu bulan transportnya ditanggung sekolah yang mengirim. Kemudian di Jember mengadakan workshop yang sama dengan yang diluar negeri tetapi dengan sekolah-sekolah di Jember. Sebelum itu sekolah harus mengirim dua guru calon expert ke VEDC Malang.
Tanggal 1 sampai Agustus 2013 SMKN 4 Jember mengirim dua guru ke VEDC malang yakni Pak Abd. Muis, S.Pd MM (guru BP) dan ibu Sulatifah, S.Pd.(guru bahasa Inggris) untuk mengikuti kegiatan workshop guru expert yang akan dikirim ke Laos dan penyelenggara workshop di Jember dengan sekolah-sekolah Jember.

Rabu, 24 Juli 2013

Kemarin pagi Senin 22 Juli 2013 jam 09.30 Saya dan pak Muis mengantar 11 anak ke sekretriatnya BerbagiHappy untuk belajar Entrepreneur secara praktek detail mulai dari merancang, membeli bahan di pasar, memasaknya, memasukkan ke Cup atau menyajikan, mengantar ke pemesan, menghitung harga pokok, harga jual, pokoknya komplit A-Z tentang ES TELER. Instrukturnya praktisi muda pedagang es teler bernama mas Nuri dari ambulu, makasih ya mas sudah berbagi dengan anak-anak kami dari SMKN 4 Jember. Harapannya ilmunya bermanfaat bagi mereka sendiri dan dapat ditularkan kepada anak-anak lain disekolah ataupun diluar sekolah. 
Siangnya pulang seminar saya jemput mereka untuk mengambil sepeda motor disekolah sambil mampir kepasar tanjung beli bahan untuk es teler. kemudian balik lagi ke dapur Berbagi Happy. Kesan mereka senang sekali mengikuti kegiatan ini, capek tidak terasa sampai hampir waktunya berbuka mengantar es ke pemesan,
Tanggal 23 juli setelah kegiatan pondok romadhon disekeolah anak itu kembali ke BerbagiHappy membuat 127 cup untuk diantar ke pondok sesuai pesan pembeli. selama dua hari mereka sudah membuat 200 cup dari 500 cup yang dipesan pembeli via on line. Berarti masih kurang 300 cup lagi yang harus diselesaikan sampai hari jum'at nanti.

Selasa, 23 Juli 2013

VEDC MALANG, Awalnya berat akan kujalani, tetapi kemudian kucoba nikmati berlalunya hari demi hari. Menyusuri lorong jalan penghubung antar gedung, berdingin-dingin malam hari ke kantin, duduk konsentrasi dalam ruang diklat, menikmati celoteh teman dan instruktur, istirahat di barak kamar sepi, semua bak video realita kehidupan di enam hari, MENGENAL, MENGHAYATI, MENGAPLIKASI KURIKULUM TERKINI. Sukseslah anak-2 ku, jayalah Negeriku.
 
Alhamdulillah 7 hari di jadikan mie instan belajar kurikulum 2013, sudah selesai pagi tadi, pulang sampai rumah dengan selamat nebeng pak Prayit, di jemput Fendy dan Lina di SMKN 6 Jember di Tanggul terima kasih ya nak, so finaly sore ini berbuka puasa dirumah bareng keluarga. Liburannya dihabiskan di VEDC, besok sudah masuk kembali ke sekolah kerja kerja dan kerja lagi, siap-siap sosialisasi kur 2013 disekolah kepada guru, siswa dan orang tua siswa..