Senin sampai jum'at 10-14 Mei 2010, dilaksanakan UN ulangan bagi siswa SMK/SMK/MA yang belum lulus. Sekolah sudah mencoba membantu menyiapkan 13 siswa dengan memberikan pelajaran tambahan bahasa Inggris karena mereka yang belum lulus adalah nilai bahasa Inggris, namun hasilnya tergantung mereka, bagaimana di ruang ujian nantinya.
Ada kekawatiran dari para guru kalau-kalau mereka tidak lulus lagi, kami hanya bisa berdo'a semoga mereka bisa lulus. Kalau tidak yah masih ada kesempatan satu lagi yaitu ujian paket C. Selamat berjuang anak-anak ku tetap semangat.
Masalahnya bila paket C berarti ijasahnya bukan lagi nama sekolah asalnya tetapi kelompok belajarnya di desa mana itulah yang disebutkan. Dalam hal ini disiasati dengan kuliah D1 atau sampai S1, dengan begitu ijasah terakhirnya adalah nama perguruan tinggi itu pada ijasah terakhirnya.
Minggu, 09 Mei 2010
Kamis, 25 Maret 2010
Carut marut bangsa Indonesia dipercaya banyak orang bahwa pendidikan obatnya. Pak Krisna teman TPI (Tim Pemantau Independen) ujian nasional, bilang obatnya adalah bagaimana sekolah-sekolah itu mengajarkan tentang hati nurani dan budi pekerti kepada para siswa. Tidak hanya teoritis tetapi aplikasikan dalam kehidupan sehari, misalnya dalam pelajaran agama bagaimana rukun iman itu benar-benar dapat diaplikasikan dalam tingkah laku anak sehari-hari. Kemudian pak Haris menambahkan sebaiknya ada pelajaran budi pekerti disekolah yang sifatnya aplikatif jangan hanya dititipkan dipelajaran lain. Saya tambahkan belajar ilmu katon signt, komunikasi dan Teknologi memang penting tetapi belajar yang sifatnya membentuk watak manusia yang bermartabat lebih penting dan lebih sulit.perlu waktu panjang. Harus dimulai sejak TK dan SD dasar Aqlaq mulianya harus bebar-benar kuat, kalau dijenjang pendidikan selanjutnya baru dimulai berarti semuanya sudah terlambat.
Jangan bangga bila anak TK dan SD Indonesia bila belajar diluar negeri kelihatan sangat pandai, karena diluar negeri setingkat itu belum diajarkan macam-macam, masih sifatnya pembiasaan-pembiasaan (mengajarkan suka membaca, suka menulis, suka mengemukakan pendapat, suka berlogika, suka bercerita, suka bekerja, suka bertanggung jawab dsb) yang ringan-ringan.
Ujian Nasional dari tahun ketahuan selalu menegangkan, kalau tidak pandai-pandai mengelola mental bisa stress. Kenapa sih UN harus di buat begitu tegang, jauh-jauh sebelumnya sudah berbagai info gencar disampaikan berkali-kali, harus melibatkan begitu banyak personil, berbagai kalangan sibuk dan gawat sekali dan semua itu menimbulkan biaya yang cukup besar. Apa tidak bisa disederhanakan,
Alhamdulilah hari ini terakir ujian semoga semuanya baik-baik saja lancar dan sukses semua murid saya satu sub rayon 102 Kab Jember lulus semua dengan jujur.
Alhamdulilah hari ini terakir ujian semoga semuanya baik-baik saja lancar dan sukses semua murid saya satu sub rayon 102 Kab Jember lulus semua dengan jujur.
Selasa, 12 Januari 2010
Pendidikan itu memang unik bila dicermati seperti cerita dalam drama, tidak salah seorang penulis buku mengatakan bahwa kepala sekolah adalah sutradara dalam lakon Drama setiap hari disekolahnya. Seorang sutradara harus menulis naskah cerita setiap hari kemudian mengatur permainan sampai semua pernak perniknya sebaik mungkin agar pentas drama harian itu berakhir baik dan memuaskan semua yang berkepentingan. Begitu terus setiap hari sang sutradara merangkai cerita dan semuanya harus endingnya baik dan memuaskan, suatu saat, setahun, dua tahun, bertahun-tahun bila ceritanya selalu baik maka sekolah itu baik, dan sutradara itu sukses menampilkan Drama kehidupan sekolah dengan baik.
Jumat, 01 Januari 2010
Dalam meninggalkan tahun berlalu dan menyongsong Tahun baru Hijriyah tidak ada hingar bingar terompet, mercon atau raungan sepeda motor, melainkan tafakur dalam sunyi, menghidupkan canel mengaktifkan radar hati untuk berkomunikasi dengan Allah Tuhan semesta alam.
Beda banget dengan suasana tahun baru Masehi, penuh hingar bingar, kerumunan orang di tempat hiburan atau wisata bagi masyarakat yang beragama lain, yang beragama Nasrani digereja atau berdoa, berpesta dengan keluargadirumah.
Bagi yang beragama Islam saya berharap juga tidak larut dalam kegembiraan yang kurang bermakna tanpa permohonan do'a.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadlikal-’azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii wa sallam
Amin yaa rabbal ‘alamin
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal ‘alamin
Anakku tanya, apakah harus doa ini kah yang harus dibaca, “tidak tetapi doa dari al Qur’an isinya lebih mantap dan terarah pada permohonan yang benar menurut agama, untuk kebaikan dunia dan akhirat. Kalau doa yang dibuat sendiri isinya sangat subyektif dan kebanyakan permohonannya yang bersifat dunia” jawabku Misalnya minta rejeki yang banyak, minta jodoh, minta rumah, minta lulus ujian dan lain-lain, ini sebaiknya dibaca setelah doa yang saya tuliskan diatas.
Sampai dengan akhir tahun 2009 masih amburadul, tidak jelas arah, tidak jelas hasil. Pendidikan masih belum bisa menjadikan anak berkembang untuk menyiapkan dirinya sendiri secara seutuhnya, sekolah masih lebih mirip seperti penjara bagi siswa. Para pakar pendidikan kalau ada yang mengulas semuanya benar dan masuk akal tetapi implementasi tidak ada atau diperhalus belum ada hasilnya.
Upaya sudah dilakukan tetapi untuk memperbaiki pendidikan memang bukan pekerjaan kecil, dan hanya dilakukan secara sporadis dan setengah setengah, tidak akan berhasil. Dalam manajemen secara umum untuk mencapai keberahasilan harus diperhatikan 6 M (Man, Money, Method, Material, Machine, Market) dikelola di manage dengan baik dari tingkat atas sampai kebawah.
Dalam pendidikan akan berhasil PBM baik, untuk menuju baik itu ternyata juga sama 6 M nya harus mendukung (SDM, Pembiayaan, Metode mengajar dan system pendidikan, Input siswa dan kondisi orang tua, sarana prasarana, Out put pasar kerja dan kesempatan kerja atau lapangan kerja)
Semua itu harus ditangani secara serius menyeluruh, kontinue, serentak oleh pemerintah bersama masyarakat. Kalau hanya masyarakat atau komunitas kecil tertentu maka perubahan tidak punya power.
Saya sendiri sebagai pelaku dibidang pendidikan adalah berbuat yang terbaik menurut kami untuk sekolah kami, realistis, menyemangati diri sendiri, teman-teman, para siswa dan orang tua, kemitraan dengan dunia luar pendidikan semaksimal sejauh yang kami bisa. Betapapun keprihatinan akan wajah kami, betapapun kerasnya teriakan SOS, kami hanya redam dalam do’a pada NYA.
Upaya sudah dilakukan tetapi untuk memperbaiki pendidikan memang bukan pekerjaan kecil, dan hanya dilakukan secara sporadis dan setengah setengah, tidak akan berhasil. Dalam manajemen secara umum untuk mencapai keberahasilan harus diperhatikan 6 M (Man, Money, Method, Material, Machine, Market) dikelola di manage dengan baik dari tingkat atas sampai kebawah.
Dalam pendidikan akan berhasil PBM baik, untuk menuju baik itu ternyata juga sama 6 M nya harus mendukung (SDM, Pembiayaan, Metode mengajar dan system pendidikan, Input siswa dan kondisi orang tua, sarana prasarana, Out put pasar kerja dan kesempatan kerja atau lapangan kerja)
Semua itu harus ditangani secara serius menyeluruh, kontinue, serentak oleh pemerintah bersama masyarakat. Kalau hanya masyarakat atau komunitas kecil tertentu maka perubahan tidak punya power.
Saya sendiri sebagai pelaku dibidang pendidikan adalah berbuat yang terbaik menurut kami untuk sekolah kami, realistis, menyemangati diri sendiri, teman-teman, para siswa dan orang tua, kemitraan dengan dunia luar pendidikan semaksimal sejauh yang kami bisa. Betapapun keprihatinan akan wajah kami, betapapun kerasnya teriakan SOS, kami hanya redam dalam do’a pada NYA.
Untuk praktek pelajaran Jurnalistik bagi siswa kelas X Broadcast di sekolahku, kami terbitkan News Letter ukuran folio dibagi dua halaman, Untuk kontinuitas penerbitan maka sementara hanya berjumlah dua lembar atau delapan halaman. Isinya info tentang kegiatan dan perkembangan sekolah serta opini umum dari guru dan siswa.
Dengan media ini diharapkan siswa dapat berlatih wawancara, memotret, menulis berita, membuat lay out buletin, tahu perkembangan sekolah dengan biaya terjangkau mendapatkan manfaat yang besar.
Selama ini sudah terbit 2 kali, yaitu bulan Agustus terbitan pertama dan Bulang Oktober terbitan kedua. Tanggapan siswa belum begitu menggembirakan karena sebagian besar siswa menginginkan dalam bentuk buletin yang tebal dan full colour. Keinginan itu baik sekali, tetapi karena sekolah belum siap untuk itu, mengenai biayanya, naskahnya, proses pembuatannya sehingga sementara itulah.
Kami seharusnya tidak merasa tersinggung ketika beberapa siswa tersenyum mengejek kalau kami mewawancara siswa untuk dimuat atau diberitakan di Be Smart News letter , saya tanya kepada mereka sinis begitu, nggak level ya. Aku beri nasehat mereka Memulai berbuat sesuatu dari yang kecil lebih berharga dari pada yang besar tetapi hanya pada angan-angan. Berupaya dari kecil untuk menjadi besar lebih baik dari pada dari yang besar kemudian menjadi semakin kecil. Banyak sekali orang sukses yang berjuang keras mulai dari kondisi nol atau kecil.
Jadi ayo jangan sinis dulu sebelum mencoba berbuat sesuatu, menulislah, berkaryalah sesuatu agar Be Smart yang kecil dan sederhana ini bisa menjadi besar dan dapat dibanggakan.
Langganan:
Komentar (Atom)
